Literatur

Gangguan pada daerah otak integrasi multisensori selama kronifikasi migrain: korelasi dengan disfungsi vestibular

Liang Dong, Xiaoping Fan, Yulan Fan, Ximao Li, Hui Li, Jiying Zhou
Batasan dalam Neurosains Molekuler
Tahun 2023
Tujuan

Migrain seringkali disertai dengan disfungsi vestibular, terutama pada pasien migrain kronis (CM). Namun, patogenesis kronifikasi migrain yang menyebabkan disfungsi vestibular belum sepenuhnya dipahami. Studi ini menyelidiki apakah gangguan struktural atau fungsional pada otak selama kronifikasi migrain dapat dikaitkan dengan perkembangan disfungsi vestibular.

Metode

Para peserta yang memenuhi syarat menjalani penilaian klinis dan pemindaian pencitraan resonansi magnetik (MRI). Morfometri berbasis voxel (VBM) menentukan gangguan struktural dengan mengevaluasi perubahan volume materi abu-abu (GMV). Gangguan fungsional dinilai dengan amplitudo rata-rata fluktuasi frekuensi rendah (mALFF). Selanjutnya, konektivitas fungsional keadaan istirahat (rsFC) dari daerah yang mengalami gangguan diperiksa dengan pendekatan berbasis seed. Kami juga menganalisis korelasi antara fitur neuroimaging yang berubah dengan variabel klinis dan melakukan regresi linier berganda.

Hasil

Delapan belas pasien migrain kronis (CM), 18 pasien migrain episodik (EM), dan 18 kontrol sehat (HC) dilibatkan dalam penelitian ini. Analisis ANOVA satu arah menunjukkan perbedaan kelompok pada mALFF. Lokasinya berada di girus supramarginal kanan (SMG), girus angular kiri (AG), girus frontal tengah (MFG), girus oksipital tengah kiri (MOG), operkulum rolandik kanan (Rol), dan girus parietal superior kiri (SPG). Selama analisis rsFC, kelompok CM memiliki rsFC yang lebih kuat antara SPG kiri dengan MOG kiri dibandingkan kelompok EM dan HC. Kelompok EM menunjukkan rsFC yang lebih kuat antara SPG kiri dengan AG kiri dibandingkan kelompok CM dan HC. Dalam regresi linier berganda, setelah mengontrol usia, indeks massa tubuh (BMI), dan durasi penyakit, rsFC SPG kiri dengan MOG kiri (β = 48,896, p = 0,021) ditemukan dapat memprediksi skor total Dizziness Handicap Inventory (DHI) dengan varians yang dijelaskan sebesar 25,1%. Selain itu, rsFC SPG kiri dengan MOG kiri (β = 1,253, p = 0,003) dan SMG kanan (β = −1,571, p = 0,049) merupakan prediktor signifikan frekuensi migrain, dengan menjelaskan total varians sebesar 73,8%.

Kesimpulan

Gangguan fungsional akibat kronifikasi migrain terutama terkonsentrasi di wilayah otak yang terkait dengan integrasi multisensorik. Selain itu, rsFC SPG dengan MOG dapat memprediksi frekuensi migrain dan tingkat disfungsi vestibular. Oleh karena itu, fitur neuroimaging ini dapat menjadi mekanisme potensial dan target terapi untuk mengembangkan disfungsi vestibular pada migrain.

  • Nama
  • Surel *
  • Telepon
  • Saya setuju untuk menerima pembaruan email dan komunikasi pemasaran dari ZEHNlT tentang Produk, acara, dan layanan. Saya dapat berhenti berlangganan kapan saja. Baca Kebijakan Privasi kami.